
menanti terhenti ditengah angan
mimpi malam menyapa
hilang pergi, pilu duka
Dalam kemangguan
dihembus bayu sepi
kembali menanti
suatu saat disisi
Datang bersama sejarah alam
pergi beriringan
berkunjung bukan semalam
kembali tidak hari ini
Setiap langkah ku jejaki
setiap kesah kutitipi
setiap waktu ku ukuri
muncul pagi, malam kembali
Dan akhirnya kembali menanti
hakiki . . . . pasti.
mengerti dalam pasrah, sebuah kesah tak dapat diubah
12.07.2000,
sebuah sajak yang diilhamkan dari sebuah cerpen yg disiarkan Utusan Malaysia : Mencari Ayah.
No comments:
Post a Comment