Tuesday, March 8, 2011

108. Takdir

Kadangnya aku rasa
hati begitu jauh
meninggalkan

Apabila ada pekara
yang memaksa diri

Dan tidakpun
sunyi menyapa keriuhan
pada peristiwa dingin
yang kaku diantara masa

Sudahnya, yang pergi itu
selamanya
menyaksikan suara
yang bisu
kabur pada lihat
tuli pada dengar

kerana ianya hanya sebuah
'takdir'
yang belum

23.04.2001

107. Semangat

Setelah pergi sengsara
kini tiba gembira
diantara sempadan
jiwa yang terasa

Setelah kembali suka
apabila perginya duka
diantara waktu-waktu
yang terasa

Dan, dari sempadan-sempadan
bermulanya perkara
tanpa suka atau duka
yang pasti
titik-titik terhenti dihadapan
Dan, apabila titik disambung
untuk sebuah perjalanan panjang
kita akan kembali
dari penghujung ke permulaan

Memulakan sesuatu diakhir
penghujungan
menamatkan sesuatu
dengan satu permulaan (baru)

12.03.2001

Monday, March 7, 2011

106. "Mungkin"


Ketentuan . . .
yang datang bersama pergi
meninggalkan sesuatu (kenangan)
membawa sesuatu (harapan)
Hati . . .
bijak mentafsir makna
yang bukan benar
yang bukan pasti
makna dari perasaan
Pasti . . .
tidak semudah andaian
tidak berlangsung pilihan
tidak muncul kebenaran
bagi makna yang tertafsir
tidak . . .
Benar atau palsu
antara pilihan dan ketentuan
yang mungkin dan berkemungkinan
12.03.2001

105. Yang tidak Pasti

Aku tentu tidak setanding
jadi apa yang engkau cari
kata dusta dari benarnya engkau
kata palsu dari sungguhnya engkau

Diam dalam dunia pura-pura
dunia palsu
ada angan dan ada mimpi
(indah mimpi tidak seindah realiti)
bahagia didusta tidak sederita kebenaran
kita tahu, sekurang-kurangnya

Bukan kepalsuan dibalik angan-angan

semoga engkau mengerti, lelaki
(begitu mudah melafazkan, tidak semudah melaksana)
apapun, hati ini terasa
dan membawa harapan
yang tiada pasti

12.03.2001

104. Sesuatu itu adalah Kenangan

Dalam waktu ia bertemu
berlalu pergi bersama masa
meninggalkan sesuatu, pada rasa. Pada hati

Sesuatu itu adalah nilai
memberi harga kepada kehidupan
unutk sesuatu yang tiada ternilai
dengan sesuatu . . .

Diri, setiap sesuatu memiliki
dari perjalanan hidup
menjadi sesuatu
diam dijiwa
tinggal dihati
bersemadi menjadi kenangan

terima kasih teman, kerana kesudian kalian, terima kasih semua kerana telah menjadikan aku sesuatu

23.02.2001
* a dedication to all my fren & to my 'tok', 'Yana's tok': semoga dicucuri rahmat ke atas keduanya.

103. [no title]

Berlalunya waktu
tak mungkin kembali
perginya masa
tak mungkin bersua

yang tinggal hanya cerita manusia
dirinya

Kalut yang meresahkan hati
bimbang yang menakutkan jiwa
kesal yang merunsing fikiran
jadi buntu akal.

. . . unfinished poem . . .

Thursday, March 3, 2011

102. Ianya cuma Aku

Dari gelak tawa
adanya sengsara
bersarang
menetaskan duka
terperam sekian lama

Dari tawa ria
adanya kecewa
berbenang
dari selembar luka
tersulam sudah lama

Dari senyum manis
adanya sendu
terpamer garis resah
dari calitan kesah
lukisan hidup

dari kata
terluah . . .
adanya rasa terpendam

21.01.2001

Wednesday, March 2, 2011

101. Untuk

Ku rasa,
baru kelmarin kita berselambut
dan hari ini kita berguli
dan esok engkau bercongkak
habih, aku tak pandai bercongkak..
tak perlu lagi kita bermain

dan aku dapati
baru kelmarin kita ketawa
baru kelmarin juga kita berduka
tapi hari ini berbeza
engkau ketawa, engkaulah gembira
ada beza?
cuma kita berdiri sebagai manusia

Kelmarin atau hari ini
atau mungkinnya esok
tiada lagi kita lalui
jalan perjalanan
dan jadikan kelmarin . . kenangan
hari ini pegangan dan esok pengalaman

cuma satu
walau esok membawa hari ini,
duka atau gembira
lalu membuahkan esok yang bugar dan ceria
masih mampu menoleh kami dibelakang,
setidak-tidaknya diri sendiri

none

Tuesday, March 1, 2011

100. Keadaan

Terlalu berliku perjalanan kita
dan begitu panjang untuk diteruskan
sudikah? . . . mampukah? . . .

Dimana fikiran
dimana haluan
menentukan arah hidup
yang penuh ranjau dan duri
duga dan sengsara

Dimana kekuatan
dimana kemampuan
andai gugur sebelum memulakan perjuangan
andai gagal sebelum kejayaan

Selak diri, selami hati
adakah ini yang terbaik
kerana ini yang terakhir
kerana ini yang mutakhir

Biar berlaku bersebab
terjadi beralasan
untuk sebuah kenyataan
yang rapuh persoalan
yang goyang pertikaian
untuk kebenaran
demi sebuah persahabatan
dua insan berlainan

Sajak yang ditujukan kepada seorang sahabat yang jatuh cinta pada wanita bukan bangsa dan agama yang sama

2000

Monday, February 28, 2011

99. Keadaan yang tak Bersempadan

Terasa kesunyian
menjengah diri
dikala sendirian
kemana hilang ceria
dimana gembira
tinggal sepi didaerah ini

Daerah dingin
yang kaku rasa
pada detik-detik
waktu berlalu
mungkin hanya kerana
aku begitu layak untuk
keadaan yang tak bersempadan.

10.05.2000

98. "Drawing" (Yang membolehkan keadaan aku bertemu)

Engkaulah pengubat
hatiku
menjadi penawar
penghilang cerita

Engkaulah lagu
hatiku
mendayu seribu
makna duka

Engkaulah
cerita hidupku
menjadikan kesah
lara, sengsara

01.06.2000

97. [no title]

Segunung, setinggi harapan
berterbangan angan-angan
menyentuh awan impian

berlumpur intan
aku kembali, mencari
langitku hanya samudera biru
gunungku hanya lurah pamah
& sayap yang tingal dalam kenangan bulan

Tidak hadir pengertian
untuk hati yang sering menangis
bukan terluka, tapi terasa

Entah benarnya dimana
dalam pernyataan ini
bagai hilang dalam rasa
tertipu dengan pendustaan

Angan dan impian
kata hati, rasa jiwa
cukup untuk menyelami, indah rasa
namun mimpi tak berulang
untuk malam-malam berikutnya
hadir pagi menyedarkan
perkhabaran siang
semalam mimpi dan hari ini kenyataan
siang menentu dah malam harapan
akui kebenaran

22.08.2000

Tuesday, February 22, 2011

96. Alpa

Terlalu tinggi anganku
menyentuh tebing kegagalan
mengharap sesuatu yang indah
mencipta sesuatu yang mudah

Pedih mengapai perasaan
bila kenyataan dihadapan
menutup cahaya hidup
pada alpa dan leka

Kecewa bukan jawapan
keluhan bukan penawar
mencari hati luka
dalam irama duka
memperbodohkan diri
dari leka dan alpa

Sendiri, meneka hujan
sendiri, meneka bayang
sendiri, mencipta harap
sendiri, menanti
sendiri, menilai ikhlas
sendiri . . .

Terlalu tinggi angan-angan
mengapai awan cita

30.07.2000

95. Titisan Anugerah

Setitis, seribu harapan
dalam nikmat yang abadi
tanpa menjangkau minda
rahmat, suci satu dariNya

Setitis, seribu pengertian
dari rintih alam
dalam senda resah
akibat, manfaat dariNya

Setitis, seribu makna
mencerna sejuta rasa
daris etitis, menjadi maha
pelbagai kehidupan . . .

Setitis, tanpa restu
tanpa kata hati pilu
kesah, entahlah
engkau tetap begitu
mencurah setitis
menjadi titisan anugerah
satu kebesaran

28.07.2000
(Hujan)

Sunday, February 20, 2011

94. Pantun Harapan

Tiada guna bertaruh harap
jika impian sekadar angan
apalah guna kata diharap
andai hati bertingkah jangan

Niat dihati, niat suci
datang dari hati yang dalam
bukan mengharap cinta sejati
cukup sekada bertemu kalam

21.07.2000

Wednesday, February 16, 2011

93. Friend

I have your memory
inside my pain heart
hear you sweet word
with my ear tie hard
see you
with my blind sight
touch you
in the full moon tide

Get what?
an imagination of friend tag
story from the past
last . .
you decide


20.07.2000

92. Mencari Ayah

Menunggu pulangnya
menanti terhenti ditengah angan
mimpi malam menyapa
hilang pergi, pilu duka

Dalam kemangguan
dihembus bayu sepi
kembali menanti

suatu saat disisi
Datang bersama sejarah alam
pergi beriringan

berkunjung bukan semalam
kembali tidak hari ini
Setiap langkah ku jejaki
setiap kesah kutitipi
setiap waktu ku ukuri

muncul pagi, malam kembali
Dan akhirnya kembali menanti
hakiki . . . . pasti.
mengerti dalam pasrah, sebuah kesah tak dapat diubah

12.07.2000,
sebuah sajak yang diilhamkan dari sebuah cerpen yg disiarkan Utusan Malaysia : Mencari Ayah.

Monday, February 14, 2011

91. Mangsa Etnik

Bila dua hati bertemu
pasti terluka antara satu
seperti warna-warna pelangi
tanpa hitam dan putih
yang sekadar warna-warna

Dimana dua hati bersama
pasti satu kan terluka
atau kecewa pada suasana
yang mengunci
dan menutup rapat pintu
persoalan yang belum terjawab. .

. . .

(unfinished poem)

24.04.2000

Wednesday, February 9, 2011

90. Have it (Valentine Day)


I begin the word, with swear to God
there's no one like you
exist in my heart
to the end and after, your love take over
where my life sincere


Together as one, in the world of mine
two become one, one taste of mind


The world we created, we know indeed . .
every conner . . . we've crossed
every valley . . . of depth
everything . . . only
for word of wide meaning
that small in thought
in every way it take


Make life worth
make life worst
(cherish every moment)


15.02.2000 - "14 Feb 2000"

89. Muatan Jiwa yang Larat

Bilik yang sempit ini
kurasakan luas
hingga tak termuat
segala rasa

Sungai yang panjang
kurasakan terlalu cetak
untuk menampung
bencana rasa

Ku mudiki sampan akal
sampai ke muara cita
ku simpan kenangan tinggal
dari sebuah cerita.

03.11.2000
WEE, Kulim