Wednesday, February 16, 2011

92. Mencari Ayah

Menunggu pulangnya
menanti terhenti ditengah angan
mimpi malam menyapa
hilang pergi, pilu duka

Dalam kemangguan
dihembus bayu sepi
kembali menanti

suatu saat disisi
Datang bersama sejarah alam
pergi beriringan

berkunjung bukan semalam
kembali tidak hari ini
Setiap langkah ku jejaki
setiap kesah kutitipi
setiap waktu ku ukuri

muncul pagi, malam kembali
Dan akhirnya kembali menanti
hakiki . . . . pasti.
mengerti dalam pasrah, sebuah kesah tak dapat diubah

12.07.2000,
sebuah sajak yang diilhamkan dari sebuah cerpen yg disiarkan Utusan Malaysia : Mencari Ayah.

Monday, February 14, 2011

91. Mangsa Etnik

Bila dua hati bertemu
pasti terluka antara satu
seperti warna-warna pelangi
tanpa hitam dan putih
yang sekadar warna-warna

Dimana dua hati bersama
pasti satu kan terluka
atau kecewa pada suasana
yang mengunci
dan menutup rapat pintu
persoalan yang belum terjawab. .

. . .

(unfinished poem)

24.04.2000

Wednesday, February 9, 2011

90. Have it (Valentine Day)


I begin the word, with swear to God
there's no one like you
exist in my heart
to the end and after, your love take over
where my life sincere


Together as one, in the world of mine
two become one, one taste of mind


The world we created, we know indeed . .
every conner . . . we've crossed
every valley . . . of depth
everything . . . only
for word of wide meaning
that small in thought
in every way it take


Make life worth
make life worst
(cherish every moment)


15.02.2000 - "14 Feb 2000"

89. Muatan Jiwa yang Larat

Bilik yang sempit ini
kurasakan luas
hingga tak termuat
segala rasa

Sungai yang panjang
kurasakan terlalu cetak
untuk menampung
bencana rasa

Ku mudiki sampan akal
sampai ke muara cita
ku simpan kenangan tinggal
dari sebuah cerita.

03.11.2000
WEE, Kulim

Monday, January 31, 2011

88. Losing Up


You have thought me
the way to sing in crowd
not to mentioned to loud
just heard what you had

You have thought me
how to dance in the mud
where you hit me
to wash again the right

I have told you
how i hold the time
where you unfold me
with he story that startled my mind

you have thought me
something that worth in time
where i cant redeem it
to make it worth in line

You put me high
until i didn't feel sand in my feet
you'd bury me down
'till my death complete

22.10.2000

87. [no title]

Aku masih waras - saja ikutkan hati
aku masih sedar - saja bermain mimpi
aku tahu kenyataan
ku sedia hadapi kebenaran
ku tahu hati
hati yang sepi mencari
sinat bahagia kini
namun takdir terlalu awal
memisahkan bukan ketentuan
bukan suratan

22.02.2000

82. Keadaan

Keadaan yang mengajak
aku melalui denai hati
menyusuri jiwa sunyi
dibelantara rindu

Riuh cinta semalam
membangkit unggas sepi
rimba kenangan menghijau
mengamet resah
dari pohon pekara

'Unggas yang terbang enggan pulang'
rimba sepi menumpang
kembali hati
pada keadaan, aku dikejauhan

21.10.1999

86. Cerita hati dari Daerah Diri

Sedar, peka & pasrah
bukan dasar kasih
bukan lantai cinta
entah untuk kepastian
yang aku tentukan

Suka pada rasa
cinta pada jiwa
rindu pada diri . . . yang sendiri
dalam dunia sepi

Dunia mimpi, indah . . .
warna-warni, kanvas realiti
tercatit imaginasi
yang kosong didada dan kosong dijiwa
hanya bercerita dihati
dari daerah diri
sepi . . dari segalanya yang terasa
yang terasa (perasaan)

21.02.2000

Thursday, January 27, 2011

85. If I could, I would .. For You

If I could, spin back time
to find the moment
I would leave the time
pass with you, for you
If I could, take the long the long run
to get along you
I would running down, for you
If I could, change history
'the legend of love'
I would act forever, for you
If I could, make you notice
the visible of me
I would be invisible
to get to you
If I could, make you love me
forever I try, I would with faith
for you
If I could, say I love you
love with true, I would
if you say, you love me too
for both of you
and you and you
just for you
If I could, I would
for you
23.01.2000

Tuesday, January 25, 2011

84. If He..

If you ever thought, you'll know
if you understand, you'll see
the world of me

If you ever let
you heart will open
far from the distance
the nearest soul of me

what you see, when you eyes are open
& what you see, when it closed
a shadow of me?

And if you can feel of what i feel
the world of mine be hold on you

and if . . .
is a wish in hope of you

26.10.1999
a dedication

Sunday, January 23, 2011

83. That Smile is not for ME

I walked alone, in the middle of spoor
quit from sound, that sound in my mind
and u walking down with laughter and joy
walking down to me

I see you, but you didn't
I face you, but you move away
I try to catch you
but you run so fast
then I get tired, I stop.

From the very far
stood a man
staring straight to me
laughing, then he smile
but I know, he not smiling at me

I walked again, to the open door
behind the life curtain, I go through
never ever come back
'cos I knew . . .
that smile is not for me.

04.11.1999
A special dedicated to someone

Thursday, January 20, 2011

81. Love in Hatred


It hard to feel
two thought in mind

its crazy sometimes
to have one heart
with love and hatred
at once

i have, that i couldn't give
i need, which he wont let me have
one love, one hatred

Be sure, he never know
the existence of me
cos im just a wind
will fade away

to sure, & always know
the truth he make
lies overwhelm myself
when he is around
(we are two world apart
cant reach to your heart)

im fool to let them passed
with pain in my heart
that cure sometimes
im fool to play around
with my feeling
i have to someone
in hatred, there's comes
love . . . once

12.10.1999

Tuesday, January 18, 2011

80. Cerita Hati yang Hidup Dalam Mimpi Realiti

Pada siapa, harus aku kisahkan peristiwa
yang melanda jiwa
pada siapa, mesti aku lafazkan kata
madah indah berbunga rasa

Pasti aku kembangan hari
yang layu dipagi
bila embun melambai ditingkap mimpi

Atau mungkin hujan sepi
menyelubungi malam
mimpipun pulang aku kesiangan

dan malam mungkin akan ketawa
melihat cerita diri tertayang realiti
yang bisa membunuh mimpi-mimpi
dari angan yang tiada sudah
mengeletek kenyataaan
bila pagi menyapa..

dan bila mimpi terjaga
aku masih disini
menghitung helaian masa
dari waktu yang sudah
"indah hanya mimpi, tak seindah realiti"

Sungguh, sepi jadi bahasa
jiwa yang sunyi
sepi jadi pencerita
pada kisah hati
yang masih mahu menanti malam, menebar mimpi
"mimpi indah, mimpi bukan realiti"

Untuk sekali lagi
biarlah malam bersama mimpi
dan siangnya bernaung realiti
kerana itu, kisah dan cerita termeteri
bagi sebuah cerita
hidup dalam mimpi realiti..

12.10.1999, Kulim.
..dari sudut hati yang dalam, bergelodak rasa ini..

Wednesday, January 12, 2011

79. Sebuah Kenangan Buat Ayah

Ku cuba mengenangi
sejarah dulu-dulu
namun samar menunggu
dijalan buntu

Entah masih ada lagi
rindu waktu itu
yang aku sendiri tidak pasti
ku simpan dalam hati

Atau mungkin masih disini
mencari makna sepi
antara ingatan dalam perasaan
yang tinggal dalam

Kini, bertambah payah
bila berlalu pergi
suatu yang ku ingat dulu
yang samar-samar difikiran

Dan juga kini, masih mencari-cari
dimana letak mimpi, pada
malam yang malang
pada usia pagi, senja melambai di dinihari

Dimana letak
pusara punca
yang mati di benak
tanpa nesan

Lagi, aku perlu
terus mencari
yang mungkin terselit di celah
waktu-waktu
antara kini & dulu
untuk sebuah kenangan
buat seorang ayah.

(aku rindu, rindu yang kian pudar) 23091999, Kulim

78. Sendirian Lagi

Bila tiba masa duka
ceria hilang melagu hati
gundah . . .
dari dingin suasana
yang kian bergelodak
rasa jadi gusar
dan pasti . . .
bukan waktu menjemput sepi
sila jiwa sunyi
dari kelam suram mendatang

Bila suasana bertukar rupa
daria sal perkiraan
antara waktu dan masa
(suka & Duka)
bila dan dimana
bersendiri
yang meyapa
hanya sepi
hanya sebuah mimpi
impian dalam angan-angan
merangkul realiti
yang kita bersendirian lagi

23.09.1999, Kulim

Tuesday, January 11, 2011

77. Sempurna Pada Manusia

Kejadian manusia itu pada dasarnya cukup
sempurna dan jalan menuju kesempurnaan itu
penuh persimpangan dan berliku. Lalu
kesempurnaan hilang dalam pencarian
yang tinggal angkuh, hasad dengki
yang ada habih, yang hilang mencari
yang berusaha, putus asa . . . dimana
kesempurnaan dan kesempurnaan
jika kau ada, alangkah dunia ini
bisa berubah bentuk
menjadi empat segi, setiap penjuru
penuh kejujuran, penuh keikhlasan
dan dunia akan kekal selamanya
lalu manusia
hidup bagai dalam syurga
limpah nikmat sempurna
kerana asal kejadian
mencari kesempurnaan.
None, Kulim

Monday, January 10, 2011

76. Hujan, Sepi Dihati


Merenung jauh ke dalam hujan lebat
dibawa pergi angin sayu
melayang . . .
tinggal kenangan, tinggal renungan

Meniti tepian waktu
suatu ketika dulu
yang kita tinggalkan
mesra, duka dan suka
bersama

Menjelajah benua saudara
dari kepulauan cita
ikatan pertama penuh makna
bagai simpulan berhayat nyawa (tersimpul mati)
jadi janji
selamanya

Mencecah bibir rasa
dari hati yang dalam
dalam bahasa jiwa
tak terungkap

Cuba menyingkap tirai
dibalik cermin hari ini
terpantul kebenaran, aku masih disini
berteman hujan, bersahabat sepi.

19.08.1999
WEE, Kulim

Tuesday, January 4, 2011

75. Hitam Kemarin

Telah ku berikan mereka kemaafan
dan ku ambil keinsafan
ke atas diri . . .
tiada lagi kebencian
dari hati yang iri
telah ku balas
semua bukuan dendam
yang tinggal leraian
sisa dan berparut
hapus duka
melarat sengsara
dibawa banjir rasa
setelah lima hari hujan
reda sudah ribut
dari terbang daun hara
yang ada sepohon tunggal
kasih, tulus, suci
dari hati yang redha

-taman Jati indah, dilaman hati yang gundah
02.07.1999

Wednesday, December 29, 2010

74. Indahmu Tiada Bandingan 'Bulan'


Dari jauh dudukmu
dekat disisi
lekat, dihati

Dari tinggi dudukmu
rendah disisi
semat, dihati

Engkau, Indah
engkau, Menawan
pesona cinta
damai dijiwa
terpukau rasa
mana yang hiba
mana yang kecewa
mana yang hampa

Jauh, Menanti
tinggi, Menunggu
pada engkau

Pergi ku nanti
datang ku tunggu
itulah engkau

Seindah kejadian
kupuja kecantikan
selama ingatan buatmu . . . bulan

26.06.1999,
Kulim

Wednesday, December 22, 2010

73. Dunia Orang Lain

Semua, semua rasa aku
telah kau buang
walau merobek cita
walau mencecah duka
telah aku buang
bersama marah rasa
yang bersarang dijiwa
namun tetap bersisa
dikikis begitu saja
oleh masa
lalu menjadikan aku
seorang yang tak pernah endah. Pedulikan.

Dimana diri
perlukan kekuatan
sedemikian untuk hidup
dalam dunia orang lain
kerana tempat aku disitu
cuma sebuah kapal kertas
dilaut luas
karam aku kerana laut
karam aku
hanya kerana sebuah kapal kertas.

Aku pedih, pedih yang sendiri
pedih yang meracun hati
bukan kerana luka di tangan
tapi luka didalam hati
sabar hanya sebagai teman
pasrah sebagai ketenangan diri
yang hanyut dalam dunia orang lain
membuahkan benci.

26.05.1999